Wisata Belitung

Pengalaman Liburan, Menghabiskan Weekend Ke Belitung

memperoleh tiket hasil bayaran kerja di dunia maya yang punya batas maksimal pemakaian itu kadang bikin keki (bener bayaran, bukan gratisan :p). Bingung ingin dipakai terbang kemana. ingin terbang ke yang agak jauh, saya cuma waktu libur sabtu minggu, terbang ke Raja Ampat, eh nggak ada rutenya. Bingung kan?

DCIM\100GOPRO\GOPR8366.

Iya, hal itu terjadi pada saya ketika bulan puasa kemarin. Punya tiket liburan kemana aja buat rute domestik, tapi bingung ingin memakai kemana. Tiket itu saya mampukan karena beberapa pekerjaan di dunia maya. Saya memperoleh bayaran dengan tiket gratis ke mana saja PP dari salah satu maskapai di Indonesia.

Masalahnya, batas penggunaan tiket itu adalah awal bulan Juli 2015 kemarin, yang notabene bulan puasa dan saya lagi nggak ada kesempatan buat kabur terlalu lama. Saya sekadar bisa memakai waktu liburan yang singkat, sabtu dan minggu saja. Memang sebenarnya liburan sabtu dan minggu itu bisa saja saya gunakan terbang ke Bali, leyeh – leyeh di villa, menikmati pemandangan sunsetnya yang terbaik atau sekedar haha hihi bareng geng disana. (Baca Juga : Liburan Sekaligus Reuni Bareng Teman Di Zrezidence Umalas Bali)

Akhirnya Wisata ke Belitung negeri laskar pelangi juga.
Tetapi, sepertinya bali sudah terlalu sering deh. Makanya, kemarin saya menjajal mencari ide destinasi liburan yang baru. Kemana saja, asal bisa puas liburan meski sekadar sabtu dan minggu. Dan… sesudah menimbang dan melakukan sedikit riset, akhirnya pilihan liburan weekend jatuh pada Belitung, si Negeri Laskar Pelangi.

Alasannya sih sederhana, jam penerbangan dari maskapai cukup efektif buat rute Jakarta – Belitung. Saya bisa terbang ke Belitung dari Sabtu pagi hari sekitar jam 5 Pagi dan kembali lagi ke Jakarta pada hari Senin sekitar jam 7 Pagi. Itu berarti saya nggak perlu ambil cuti, dan Senin pagi saya bisa langsung pergi ke kantor sesudah landing di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. nasib mas – mas kantoran gini dah

Foto dulu di bandara Tanjung Pandan, biar nggak dibilang hoax :p
Selain itu, alasan lain kenapa saya memilih belitung adalah; Karena Belitung ini yakni pulau yang tidak terlalu besar dengan beberapa pantai memukau, museum yang menyenangkan dan kuliner yang selalu bikin lupa kalau perut ini kian membuncit. lalu liat perut, dan ingat harus mulai rajin sit up. Jadinya, saya bisa mengeksplore pulau dengan sepeda motor seperti biasanya.

Penerbangan Jakarta – Belitung sekadar memakan waktu satu jam perjalanan, jauh lebih cepat dari pada pergi ke Bekasi dengan sepeda motor. Tentunya pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di Bandara H.AS.HANANDJOEDDIN Tanjung Pandan yang tidak terlalu besar itu. O iya, bandara ini mengingatkan saya Bandara Samratulangi Manado yang ukurannya hampir sama. (Baca Juga : Terios 7 Wonders : The Adventure Of Amazing Celebes Heritage!)

Sebelum terbang ke Belitung saya juga sudah melakukan kontak Pak Ujang, driver lokal di Tanjung Pandan buat menjemput saya dan istri. Kali ini nggak ingin bertaruh dengan efektifitas waktu liburan yang cuma dua hari, jadi sudah mempersiapkan segalanya sebelum berangkat. Apalagi Pak Ujang sekadar mematok tarif 80 ribu saja buat menjemput kami dari bandara dan mengantarkan ke hotel.

Danau Kaolin ini sekadar berjarak 10 menit berkendara dari Ocean Hotel Belitung tempat kami menginap.
Pak Ujang ini selain sebagai driver yang mengantar jemput kami ke bandara, dia juga bisa membantu mencarikan kami persewa sepeda motor dan juga penginapan di Belitung loh. Jadi lumayan enak, saya nggak pake ribet mikir atau cari – cari informasi lagi di Internet. ceritanya lagi males banget riset sendiri karena memang lagi banyak kerjaan

Beruntung hotel tempat kami menginap, Ocean Hotel Belitung memperbolehkan very early check in, jadi saya bisa langsung taruh tas dan segera bergegas keliling Belitung. Ocean Hotel Belitung sendiri memang bukan hotel yang terlalu mewah. Namun harga per malam IDR 300.000 adalah harga yang pantas buat hotel yang tenang dan nyaman. Yang paling saya suka dari hotel ini sih, internet wifinya yang cepat. (Baca Juga : Mabuhay! Selamat Datang Di The Peninsula Hotel Manila!)

Berkunjung ke Rumah Adat Belitung jadi pengen punya rumah panggung yang terbuat dari kayu deh.
Keliling Belitung sendirian tanpa memakai travel agent itu sebenarnya mudah. Karena destinasi utama di Belitung ini berada di Tanjung Pandan, Manggar dan Gantung dimana replika Sekolah Dasar Muhammadiyah buat setting film Laskar Pelangi berada. Tidak jauh dari lokasi replika sekolah ini juga termampu Museum Kata yang masih berada di di Belitung Timur. Atau jika ingin island hopping, saya sekadar tinggal menuju ke Pantai Tanung Kelayang. Datang saja sebagai turis, pasti banyak yang nawarin keliling pulau kecil di sekitar Belitung Barat dengan perahu.

buat wisata pantai dan island hopping di Belitung ini berada di dekat Tanjung Pandan. Pantai Tanjung Pendam, Pantai Tanjung Pasir, Dan Pantai Tanjung Kelayang juga berada di Belitung Barat, tak jauh dari Kota Tanjung Pandan. Sebenarnya masih ada banyak pantai lain, namun saya masih tahu beberapa pantai saja di Belitung. buat pantai terdekat dari Kota Tanjung Pandan Sendiri adalah Pantai Tanjung Pendam. Tidak lupa juga, saya mengunjungi Danau Kaolin yang warnanya memukau itu. (Baca Juga : Nusa Lembongan Pulau Tropis Asik Buat Liburan, Enggak Bikin Pusing!)

Foto ala – ala di Pulau Gosong 😀
Selfie ala – ala juga jangan sampai lupa ya :p
Kalau ingin suasana yang berbeda, coba saja berkunjung ke Pantai Tanjung Pendam ketika malam hari, dan ternyata banyak ABG yang lagi mojok dan pacaran disini. Kami sebagai pasangan muda pun nggak ingin kalah, ikutan mojok sambil pacaran di tepi pantai. Sesuatu yang mungkin sulit dilakukan kalau di Jakarta, kecuali ingin naik sepeda motor jauh – jauh ke Ancol.

Meskipun sekadar liburan dua hari ke Belitung, kami juga masih sempat mengunjungi replika SD Muhammadiah yang dipakai sebagai latar film Laskar Pelangi dan Museum Kata dimana sebagian besar karya Andrea hirata dipamerkan. Museum Kata ini yakni museum literatur pertama di Indonesia ini berada di Gantong, Belitung Timur. Kalau ke Belitung, wajib dah mampir kesini! Apalagi buat yang suka dengan sastra. (Baca Juga : Mesin Waktu Itu Bernama Ullen Sentalu)

Penyuka sastra, wajib mampir ke Museum Kata Andrea Hirata.
Ini salah satu bangunan yang membuat Belitung jadi makin terkenal. item dah item abis dari Belitung
Jarak Tanjung Pandan dan Gantong mungkin agak sedikit jauh, namun masih bisa dicapai dengan sepeda motor atau berkendara dengan mobil dengan cukup nyaman (sekitar 2 jam perjalanan, 4 jam pulang – pergi). Sebagian besar jalanan utama di Belitung mulus, bak pantat bayi. Hampir 95 persen lebih, adalah jalanan aspal hitam yang sepi dan lebar. Pokoknya jalan idaman traveler yang suka menjelajah dengan sepeda motor seperti saya deh. sekadar di beberapa tempat saja jalanan agak rusak atau sedang dalam perbaikan.

Sebenarnya sih saya berniat ingin mengeksplore Manggar yang ada di Belitung Timur sekalian. Karena katanya ada banyak warung kopi yang enak di Manggar. Namun karena waktu liburan yang singkat ini pasti tidak cukup dan saya masih ingin berbuka puasa sambil kulineran di Tanjung Pandan, saya mengurungkan niat buat mengunjungi Manggar. Mungkin juga ini pertanda saya harus berkunjung ke Belitung lagi buat menjelajah lebih banyak destinasi tersembunyi yang dimiliki pulau ini.

Liburan ke Belitung juga jangan sampai lupa selfie disini. Ini dimana hayo!?
Ps : buat yang ingin mengintip Itinerary liburan ke Belitung kami, bisa intip di tulisan “Itinerary Liburan Sabtu – Minggu Ke Belitung” yang ini. Atau yang ingin liburan kesana, bisa ikutan open trip kerjasama saya dan wanatour.co disini.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply