Wisata Belitung

Status Lahan Jadi Kendala Pembangunan Hotel di Belitung

Sejumlah rencana investasi hotel di Kabupaten Belitung terganjal masalah kedudukan kepemilikan lahan. Kondisi ini menciptakan Pemkab Belitung berupaya menuntaskan persoalan tersebut.

“Semuanya ketika sekarang ini anda kejar, anda mau semuanya dibangun. Persoalan semuanya sehubungan dengan kedudukan lahan lah dan anda support guna segera di selesaikan,” kata Sahani Saleh (Sanem)

Beberapa misal masalah lahan terjadi di area Pantai Desa Tanjung Binga, dan Tanjung Kelayang, Desa Keciput. Pihak yang berhubungan masalah ini di antaranya yaitu Darmawangsa Grup, Yabinstra Bulog, dan Aerowisata.

Berdasarkan keterangan dari Sanem, permasalahan lahan Yabinstra Bulog telah dituntaskan. Sanem pun mengaku telah mendengar langsung penyampaian dan rencana kerja investasi Yabinstra Bulog dengan investor asal Singapura.

Darmawangsa Grup terdiri dari tiga perusahaan yaitu PT Belpi, PT Nusa Kukila, dan PT Tanjung Kasuarina. Berdasarkan keterangan dari Sanem, ketiga perusahaan ini masih butuh melengkapi sebanyak dokumen sebelum Pemkab Belitung mengeluarkan izin lokasi.

“Untuk izin tempat Darmawangsa Grup secepat barangkali lah, anda support terutama solusi masalah permasalahan lahan mereka ini. Kalau masalah lahannya telah selesai, segera anda keluarkan izin tempat mereka,” kata Sanem.

Pemkab pun terus mengawasi perkembangan masalah yang dihadapi oleh Aerowisata.

“Aerowisata dengan Pak Edi Sopian, kita mohon segera dituntaskan, anda maunya segera dibangun. Semua permasalahan ini semuanya berkaitan dengan kedudukan lahan,” kata Sanem.

Sanem tak menampik, penerbitan izin tempat menjadi mula dari upaya mendorong semua pengembang guna menguncurkan investasi. Satu misalnya PT Ranati. Pihak perusahaan langsung mengaku rencana investasinya tak lama sesudah mendapat izin tempat dari Pemkab Belitung.

“Proses mereka (PT Ranati red) sekitar ini kan terkatung katung sebab masalah lahan, bila masalah ini tidak selesai, telah sekian lama ini gak bakalan di bina bangun, setelah berlalu masalah lahan ini makanya kita mohon mereka guna segera membangun,” kata Sanem.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Belitung, Hermanto menyakini minat investor untuk mengerjakan investasi di sektor kepariwisataan masih lumayan tinggi. Investasi tersebut khususnya di jasa usaha akomodasi dan perhotelan, jasa perjalanan wisata dan pun kuliner.

Beberapa investor pun mulai menjajaki bidang taman rekreasi, hiburan dan edukasi kepariwisataan. Daya tarik investasi ini juga menurutnya ikut diprovokasi oleh sebanyak faktor.

“Antara lain mayoritas infrastruktur dasar telah tersedia contohnya transportasi, perhubungan, telekomunikasi, posisi Belitung strategis, dekat dari ibukota negara, masuk sebagai KSPN (kawasan strategis pariwisata nasional), mempunyai semua potensi daya tarik, wisata alam, kebiasaan dan artificial, adanya kepandaian pemusatan layanan terpadu satu pintu dan keamanan wilayah yang dinilai kondusif. Di samping gerakan sinergi dari semua pelaku pariwisata baik perhotelan, akomodasi maupun biro atau travel perjalanan wisata yang secara kontinyu memperluas promosi, pemasaran dan ekspansi jaringan,” kata Hermanto

Pemkab lanjutnya, pun secara aktif mengerjakan serangkaian pekerjaan yang berorientasi untuk pencitraan, promosi dan pemasaran pariwisata belitung.

Bentuknya yakni mengenalkan potensi pariwisata belitung melewati sejumlah pekerjaan expo di sejumlah daerah yang telah diputuskan kemenpar sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara. Daerah tersebut yakni Jakata, Bali, dan Batam.

Upaya lainnya juga dilaksanakan lewat promosi di sebanyak event atau forum strategis. Contohnya seperti sekian banyak workshop atau seminar baik atas inisiatif Kemenpar RI atau instansi bersangkutan, Pacifif Asia Travel Association (PATA), APKASI, pun acara Road Show/Travel Mart dengan pihak Disbudpar Provinsi Kepulauan Babel.

Selain tersebut promosi juga dilaksanakan melalui situs Disparekraf, penayangan promosi belitung malalui media you tube dan media sosial facebook. Hermanto pun meyakinkan Belitung ketika ini telah menjadi di antara kabupaten yang berkontribusi pada wilayah atau negara negara yang memanfaatkan virtual tour 360.

“Keaktifan Kabupaten sebagai anggota World Travel Cities Federation (WTCF) pun sebagai wadah promosi internasional pariwisata Belitung, insya Allah bulan September 2015 Bupati Belitung akan mengekor acara pertemuan tahunan sekaligus promosi pariwisata di Maroko,” kata Hermanto.

Namun, Hermanto mempercayai Wisata Belitung ke depan tidak lumayan hanya memasarkan obyek wisata alam. Potensi kebiasaan juga butuh digalakkan guna menambah pesona wisatawan ke Belitung.

“Potensi kebiasaan kita bakal terus digalakkan, baik yang sifatnya tradisional maupun kreasi, begitu pula potensi obyek artificial yang memberi ruang investasi untuk para investor. Namun dibutuhkan keterpaduan semua pemangku peran baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” kata Hermanto.

Baca juga :
Paket Tour Belitung
Wisata Belitung Murah

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply